Minggu, 05 Mei 2013

Proposal Kegiatan Evaluasi Penyuluhan Pertanian Tentang SLPHT Hama Keong Emas


PROPOSAL KEGIATAN EVALUASI PENYULUHAN
PERTANIAN SLPHT HAMA KEONG EMAS
DI DESA MEKAR JAYA KECAMATAN CIOMAS
KABUPATEN BOGOR




OLEH :
Arif Rohman
NIRM :
04.5.11.0003





PROGRAM STUDI PENYUKUHAN PERKEBUNAN
JURUSAN PENYULUHAN PERTANIAN
SEKOLAH TINGGI PENYULUHAN PERTANIAN BOGOR
2012



KATA PENGANTAR
            Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyusun proposal kegiatan evaluasi penyuluhan pertanian tentang SLPHT keong mas sebagai tugas praktek mata kulaiah Evaluasi Penyuluhan Pertanian Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian Bogor. Proposal ini ditulis untuk memenuhi tugas praktek dalam mengevaluasi hasil penyuluhan pertanaian di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor oleh petugas penyuluh setempat.

            Dalam kesempatan ini penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada :
1.      Bapak Dedy Kusnadi sebagai dosen mata kuliah evaluasi penyuluhan pertanian.
2.      Bapak Yoyon Haryanto sebagai asisten dosen mata kuliah evaluasi penyuluhan pertanian.
3.      Bapak kepala BP3K Kecamatan Ciomas.
4.      Bapak Penyuluh Pertanian yang bertugas di Desa Mekar jaya, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor.
5.      Bapak Kepala Desa Mekar Jaya, Kecamatan Ciomasm kabupaten Bogor
6.      Bapak H. Rosyid dan semua anggota kelompok tani.
7.      Semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian proposal ini.
     Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan proposal ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran demi kesempurnaan dimasa yang akan datang.


                                                                         Bogor,   Desember  2012




                                                                                       Penulis







DAFTAR ISI 

                                                                                                                    Hal
KATA PENGANTAR....................................................................................    i
DAFTAR ISI  ...............................................................................................       ii
I.      PENDAHULUAN
1.1.        Latar Belakang ..........................................................................      1
1.2.        Tujuan........................................................................................      2
1.3.        Manfaat  ....................................................................................      2
II.    KERANGKA PEMIKIRAN ..........................................................      3
2.1.         Evaluasi Penyuluhan Pertanian ................................................      3
2.2.        Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT)..........      4
2.3.        Hama Keong Mas .....................................................................      5
III.   RENCANA KEGIATAN ................................................................      6
3.1.        Waktu Dan Tempat ...................................................................      6
3.2.        Sasaran ......................................................................................      6
IV.  MATERI KEGIATAN  ...................................................................      7
Lampiran 1 . kuesiner tentang hama keong mas ...............................      8

















I.                   PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang

         Evaluasi merupakan suatu kegiatan yang penting, namun sering dikesampingkan dan konotasinya negatif, karena dianggap mencari kesalahan, kegagalan dan kelemahan dari suatu kegiatan penyuluhan pertanian. Sebenarnya evaluasi harus dilihat dari segi manfaatnya sebagai upaya memperbaiki dan penyempurnaan program/kegiatan penyuluhan pertanian sehingga lebih efektif, efisien dan dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Evaluasi penyuluhan pertanian dapat digunakan untuk memperbaiki perencanaan kegiatan/program penyuluhan, dan  kinerja penyuluhan, mempertanggungjawabkan kegiatan yang dilaksanakan, membandingkan antara kegiatan yang dicapai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Dalam kegiatan evaluasi  penyuluhan pertanian tentang SLPHT hama keong pada tanaman padi untuk mengetahui seberapa pemahaman petani tentang cara pengaendalian  hama keong yang menyerang tanaman padinya.   
     Serangan hama keong mas pada tanaman padi petani di desa Mekar jaya merupakan salah satu hama yang mengganggu pertumbuhan tanaman padi diwilayah desa  Mekar Jaya sebagian besar petaninya bercocok tanam padi. Untuk itu dalam evaluasi ini perlu di gali seberapa pengetahuan, sikap, ketrampilan petani dalam pengendalian hama keong mas serta mengetahui apakah program SLPHT tentang hama keong mas berjalan sesuai dengan yang di programkan oleh pemerintah.


1.2. TUJUAN
1.      Untuk mengetahui sikap, perilaku dan ketrampilan petani dalam pengendalian hama keong mas.
2.      Untuk mengetahui seberapa sejauh kegiatan yang dilaksanakan telah sesuai atau menyimpang dari pedoman yang di tetapkan.
3.      Untuk mengetahui tingkat kesenjangan antara keadaan yang telah di capai  dengan keadaan yang di kehendaki atau yang seharusnya dapat di capai

1.3. MANFAAT
1.      Menentukan tingkat perubahan perilaku petani, untuk perbaikan program, sarana, prosedur, pengorganisasian dan pelaksanaan penyuluhan pertanian dan untuk penyempurnaan kebijakan penyuluhan pertanian.
2.      Untuk mengukur efektivitas dan efesiensi yang berkaitan dengan metode penyuluhan
3.      untuk mencari bukti apakah kegiatan telah dilaksanakan sesuai rencana dan perubahan sesuai yang telah di laksanakan
4.      Pelaporan hasil kegiatan penyuluhan pertanian sangat penting sebagai penyampaian informasi, sebagai bahan pengambilan keputusan/kebijakan oleh pimpinan/penanggung jawab kegiatan, pertanggungjawaban, pengawasan dan perbaikan perencanaan berikutnya.
5.      Penilaian terhadap aktivitas atau kualitas kegiatan penyuluhan
6.      Adanya evaluasi, penyuluhan merasa diperhatikan dan termotivasi
7.      Penyuluh akan mawas diri , sehingga tekun dan bertanggung jawab
8.      Kebiasaan untuk mengemukakan pendapat berdasarkan data dan fakta
9.      Kebiasaan bekerja sistematis sesuai prosedur dan pedoman
10.  Memperoleh peningkatan pengetahuan dan ketrampilan

II.                KERANGKA PEMIKIRAN

2.1. Evaluasi Penyuluhan Pertanian
Evaluasi adalah suatu kegiatan untuk menentukan  seberapa jauh suatu hal itu berharga, bermutu dan bernilai. Jadi dalam evaluasi  ada dua unsur  utama yaitu menilai dan mengukur (Thomas,2005). Evaluasi penyuluhan pertanian adalah upaya penilaian terhadap suatu kegiatan, melalui pengumpulan dan penganalisisan informasi dan fakta-fakta secara sistematis mengenai perencanaan, pelaksanaan hasil dan dampak kegiatan tersebut, untuk menilai hasil relevansi, efektivitas dan efisiensi pencapaian hasil kegiatan. Analisis data adalah proses penyederhanaan data ke dalam bentuk yang lebih mudah dibaca dan diinterpretasikan. Pengolahan dan analisis data dilakukan oleh petugas penyuluh yang bertugas diwilayah BPP yang bersangkutan.
Prinsip-prinsip evaluasi yang merupakan acuan dasar dalam melaksanakan evaluasi penyuluhan pertanian adalah sebagai berikut:
1)      Evaluasi harus berdasarkan fakta
2)      Evaluasi penyuluhan merupakan bagian integral dari proses kegiatan atau program penyuluhan
3)      Evaluasi hanya dapat dilakukan dalam hubungannya dengan tujuan dari program penyuluhan bersangkutan
4)      Evaluasi penyuluhan pertanian harus menggunakan alat ukur yang berbeda, untuk mengukur tujuan evaluasi yang berbeda pula.
5)      Evaluasi penyuluhan pertanian perlu dilakukan terhadap hasil-hasil kuantitatif dan kualitatif.
6)      Evaluasi penyuluhan pertanian harus dilakukan terhadap metode penyuluhan yang digunakan.
7)      Evaluasi perlu di pertimbangkan dengan teliti
8)      Evaluasi harus dijiwai dengan prinsip mencari kebenaran


2.2.  Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT )
            Sekolah Lapangan Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT) merupakan metode penyuluhan untuk mengimplementasikan Pengendalian Hama Terpadu. Sekolah Lapangan (i) mempunyai peserta dan pemandu lapangan, (ii) merupakan sekolah di lapangan dan peserta mempraktekkan/menerapkan secara langsung apa yang dipelajari, (iii) mempunyai kurikulum, evalusai dan sertifikat tanda lulus, dan (iv) dimulai dengan acara pembukaan, penutupan, kunjungan lapangan/study tour dan diakhiri dengan temu lapangan.
Metode penyuluhan sekolah lapangan lahir berdasarkan atas dua tantangan pokok, yaitu keanekaragaman ekologi dan peran petani sebagai manajer (ahli PHT) di lahannya sendiri. Pengendalian Hama Terpadu sulit dituangkan melalui model penyuluhan biasa (poster, ceramah dan lainnya), antara lain karena keanekaragam ekologi daerah tropik, oleh karena itu PHT mutlak bersifat lokal. PHT bekerja sama dengan alam dan tidak menentangnya. Upaya mengubah Petani agar menjadi manajer lahannya/ahli PHT pada dasarnya merupakan pengembangan sumberdaya manusia. Untuk menuju pertanian berkelanjutan petani merupakan sumberdaya masyarakat tani itu sendiri yang mampu memperbaiki teknologi pertanian secara berkesinambungan.
Ciri-ciri Sekolah Lapangan Pengendalian Hama Terpadu adalah sebagai berikut :
1.      Petani dan Pemandu adalah warga belajar dan saling menghormati.
2.      Perencanaan bersama oleh kelompok tani
3.       Keputusan bersama oleh anggota kelompok tani
4.       Cara belajar lewat pengalaman/Pendidikan Orang Dewasa (Andragogi)
5.      Melakukan sendiri, mengalami sendiri, dan menemukan sendiri
6.      Materi pelatihan dan praktek terpadu di lapangan
7.      Sarana belajar adalah lapangan usahatani (Agroekosistem)
8.      Pelatihan selama satu siklus perkembangan tanaman (sesuai fenologi tanaman)
9.      Kurikulum yang rinci dan terpadu
10.  Sarana serta bahan mudah dan praktis, serba guna, dan mudah  diperoleh dari     lapangan
11.  Demokratis,  kebersamaan, keselarasan, partisipatif dan tanggung jawab.

2.3. Hama Keong Mas
Keong mas (Pomacea Canaliculata Lamarck) berkembang biak sangat cepat. Menjadi dewasa kurang dari satu bulan dan memproduksi telur sekitar seribu telur sebulannya dalam kurun waktu tiga sampai empat tahun usia mereka. Keong mas (Pomacea canaliculata) atau keong murbei menyerang hamparan padi muda.
Dalam semalam, seekor keong mampu melahap beberapa rumpun padi muda, terutama saat baru ditanam hingga usia dua minggu setelah tanam. Akibatnya, rumpun padi pun mati karena daunnya habis dimakan keong. Saat curah hujan tinggi, perkembangan keong menjadi lebih  efektif, Sampai saat ini belum ditemukan obat yang efektif untuk membasmi hama keong mas di lahan sawah. Selama ini, antisipasi yang dilakukan petani dalam mengendalikan serangan hama keong mas adalah dengan cara memberi bubuk racun pada lahan sawah sebelum masa tanam padi.
Serangan hama keong mas sangat merugikan petani yang mengakibatkan populasi tanaman padi berkurang serta pertumbuhannya terganngu serta  menurunan produksi padi hampir mencapai 20 persen.
Dalam evaluasi penyuluhan pertanian tentang SLPHT hama keong mas didesa Mekar Jaya bertujuan untuk mengetahui perilaku, sikap, ketrampilan petani tentang hama keong mas serta mengukur efektivitas dan efesiensi yang berkaitan dengan metode penyuluhan yang dilakukan oleh penyuluh pertanian setempat.





III.             RENCANA KEGIATAN
3.1.Waktu dan Tempat

Pelaksanaan kegiatan evaluasi penyuluhan pertanian SLPHT keong mas akan dilaksanakan selama mata kuliah evaluasi penyuluhan pertanian setiap hari senin yang di  mulai dari bulan november sampai januari 2012.
Lokasi kegiatan bertempat di Desa Mekar Jaya Kecamatan Ciomas  Kabupaten Bogor.

3.2.Sasaran
Sasaran dari evaluasi penyuluhan pertanian adalah petani, kelompok tani, gapoktan desa Mekar Jaya  dan penyuluh di wilayah kerja BP3K Kecamatan Ciomas Kabupaten Bogor.










IV.             Materi Kegiatan

      Materi kegiatan dalam pelaksanaan evaluasi penyuluhan pertanian tentang SLPHT keong mas di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Ciomas , Kabupaten Bogor adalah sebagai berikut :
1.      Menentukan sampel dan populasi yang akan di evaluasi
2.      Menyusun Proposal
3.      Membuat Alat Ukur
4.      Pengambilan data dengan menyebarkan kuesiner
5.      Mengolah data
6.      Membuat Laporan hasil evaluasi












Lampiran 1.
KUESIONER EVALUASI PENGENDALIAN HAMA SUNDEP
      Terima kasih kepada Bapak – Bapak yang telah membantu dalam mengisi kuesiner dalam evaluasi penyuluhan pertanian tentang pengendalian hama keong mas         

Selamat Mengisi
A
B
C
Kriteria penilaian
Scor
Kriteria penilaian
Scor
Kriteria penilaian
Scor
Sangat tahu
4
Sangat setuju
4
Sangat terampil
4
Tahu
3
Setuju
3
Terampil
3
Kurang tahu
2
Kurang setuju
2
Kurang terampil
2
Tidak tahu
1
Tidak setuju
1
Tidak terampil
1

No


Pertanyaan

Jawaban
A
Pengetahuan

1

Apakah anda tahu tentang hama keong mas ?
a.       Sangat tahu
b.      Tahu
c.       Kurang tahu
d.      Tidak tahu


2

Apakah anda tahu gejala serangan hama kong mas ?
a.       Sangat tahu
b.      Tahu
c.       Kurang tahu
d.      Tidak tahu


3

Apakah anda tahu cara pengendalian hama keong mas ?
a.       Sangat tahu
b.      Tahu
c.       Kurang tahu
d.      Tidak tahu


4

Apakah anda tahu daur hidup hama keong mas ?
a.       Sangat tahu
b.      Tahu
c.       Kurang tahu
d.      Tidak tahu


5

Apakah anda tahu teknik pemberantasan hama keong mas ?

a.       Sangat tahu
b.      Tahu
c.       Kurang tahu
d.      Tidak tahu

B
Sikap
1
Salah satu kunci keberhasilan dalam pengendalian keong mas menggunakan pestisida cair spontan dalam budidaya tanaman padi.
a.   Sangat setuju
b.   Setuju
c.   Kurang setuju
d.   Tidak setuju

2
Dengan menggunakan pestisida , cara pengendalian pembrantasan hama keong mas lebih efektif.
a.   Sangat setuju
b.   Setuju
c.   Kurang setuju
d.   Tidak setuju

3
Serangan hama keong mas kadang-kadang sangat cepat.
a.   Sangat setuju
b.   Setuju
c.   Kurang setuju
d.   Tidak setuju

4
Batang yang diserang hama keong mas bila dipotong kemudian ditekan akan keluar lendir yang berwarna kuning atau putih kekuningan.

a.   Sangat setuju
b.   Setuju
c.   Kurang setuju
d.   Tidak setuju

5
Penyemprotan adalah penyemprotan pestisida pertanian yang paling banyak dipakai oleh para petani. Diperkirakan 75% penggunaan pestisida digunakan dengna cara penyemprotan, baik penyemprotan di darat maupun di udara dalam membarantas hama keong mas.
a.   Sangat setuju
b.   Setuju
c.   Kurang setuju
d.   Tidak setuju

C
Keterampilan
1
Bagaimana anda dalam melakukan pengendalian hama keong mas ?
a.   Sangat terampil
b.   Terampil
c.   Kurang terampil
d.   Tidak terampil

2
Apakah anda menguasai cara pengendalian dan  penyemprotan hama keong mas ?
a.    Sangat terampil
b.    Terampil
c.     Kurang terampil
d.    Tidak terampil

3
Apakah anda menguasai dalam dosis pestisida yang diberikan dalam pengendalian hama keong mas  ?
a.    Sangat terampil
b.    Terampil
c.     Kurang terampil
d.    Tidak terampil

4
Apakah anda dapat menguasai dalam penggunaan sprayer dalam mngendalikan hama keong mas?
a.    Sangat terampil
b.    Terampil
c.     Kurang terampil
d.    Tidak terampil

5
Apakah anda menguasai teknik pembrantasan atau pengendalian hama keong mas ?
a.   Sangat terampil
b.   Terampil
c.   Kurang terampil
d.   Tidak terampil